Assalamualakikum warahmatullahi wabarakatuh...
Salam kenal semuanya...
Saya seorang ibu dari dua anak sholih, juga guru PAI di SD Negeri yang terletak di pulau kecil sebelah utara pulau Jawa, Bawean.
Untuk pertama kali saya memberanikan diri menulis di blog yang juga pertama kali saya buat dengan belajar dari tutorial yang dibagikan Om jay juga tutorial desain blog dari laman you tube, hingga setelah menyaksikan semangat luar biasa teman-teman seperjuangan, Bapak dan Ibu guru hebat dari seluruh Indonesia yang berkumpul dalam WA Grup Pelatihan Belajar Manulis gelombang 17 yang diadakan oleh PGRI ( Persatuan Guru Republik Indonesia).
Untuk pengalaman menulis sendiri saya memiliki lumayan sedikit banyak pengalaman bukan merasa memiliki bakat sih, namun sekedar suka merangkai kata, mengungkapkan sesuatu yang tidak sanggup saya sampaikan melalui ucapan juga emosi yang meledak-ledak hanya bisa dengan leluasa saya ungkapkan melalui tulisan. kalau isti;ah yang baru-baru ini saya ketahui adalah saya memiliki kecenderungan bersifat introvert sehingga cenderung insecure, lebih suka memendam persoalan dan tidak berani mengungkapkan sesuatu untuk pertama kali.
Kembali ke laptop, hehe. jadi menulis itu bagi saya sesuatu hal yang menyenangkan. Dengan tulisan kita bebas mengekpresikan rasa suka maupun duka kita tanpa khawatir ada yang menertawakan. dengan tulisan pula dapat meluapkan emosi sehingga menjadikan perasaan lega. awal mula saya mulai menyadari bahwa saya suka menulis adalah ketika saya mulai merasakan jatuh cinta. apa?! iya, jatuh cinta I'am fall in love. biasalah ya anak muda berurusan sama cinta-cintaan pasti seiring sejalan dengan labil dan kegalauan ( haha.. ) nah disitulah saya mulai sering menulis status di lama Facebook saat lagi galau, kesal atau bahkan sedang rindu sama si dia. eh!
Dari situ ada yang bilang bahwa saya pandai merangkai kata, bahkan dalam jago balas sms pacarnya teman ketika berantem, saya donk paling pandai memberikan petuah menenangkan atau bahkan menjerumuskan untuk segera mengakhiri hubungan tapi dengan rangkaian kata semanis mungkin hingga menyentuh dasar hati yang paling dalam, uhuk! jadikan mereka bisa putus baik-baik donk tanpa jotos-jotosan.
Hingga ketika menikah, saya tetap meminta ijin suami untuk tetap diperbolehkan buka akun Facebook, dengan alasan menyalurkan bakat menulisku yang terpendam (hihi..) sempat aware lah ya karena kebanyakan teman, saudara bahkan tetangga kanan kiri setelah menikah mendadak hilang dari peredaran dunia. Alasannya klise " gak boleh fesbukan sama suami takut selingkuh' pendapat itu tidak sepenuhnya salah sih walau tidak sepenuhnya benar menurut saya. kalau mau selingkuh ya selingkuh aja walau gak punya facebook, bagi saya yang terpenting adalah kemampuan kontrol diri terhadap teknologi, manajemen waktu dan tergantung niat dan kebutuhan menggunakan sosmed untuk kemanfaatan yang lebih banyak daripada madharat nya.
Alhamdulillah suami mengizinkan dengan syarat tetap menjaga privasi rumah tangga di sosmed, mengumbar keluh kesah dan curhat gak jelas di status. " Nggak lah, Say. membayangkan saja geli akutuh hihi...". Hingga rasa jenuh main sosmed melanda, juga kebutuhan ekonomi dadakan setelah menikah yang tak melulu makan cinta akhirnya memunculkan keinginan untuk mulai merambah jualan online. jadilah laman FB ku jadi lapak jualan dengan iklan bertebaran dalam setiap status yang saya tulis.
Dimulai sejak pertengahan tahun 2014 jualan online di FB hingga awal tahun 2017 dengan gaya status jualan memakai iklan standar seperti, " ready stock gamis cantik LD 100 PJ 153cm. untuk menanyakan stok warna dan ukuran lain, fast respon by inbox or wa," atau ketika lagi malas ngetik panjang karena keburu anak nangis hanya begini, "minat PM." juga kadangkala lebih sering copy-paste info dari supplier sebagai status. beruntungnya saat itu dunia jual beli online tak seramai saat ini sehingga dengan mudah dapat menggaet pembeli tanpa ribet.
Hingga pada awal tahun 2018 mulai berseliweran di berandaku gaya kepenulisan iklan yang berbeda, dan secara tidak langsung saya menikmati tulisan itu. lebih banyak menginspirasi dan mengundang banyak like tapi bukan itu yang membuat saya penasaran, toh ekonomi saya sudah beranjak membaik tak lagi memburu rupiah sedemikian rupa seperti pada awal menikah. Saya menemukan ilmu baru dalam jual beli yang bersinggungan langsung dengan ilmu kehidupan, juga ghirah atau semangat berbuat baik di dalamnya itu yang memancing saya untuk 'mengintip' siapa saja yang terlibat di dalamnya termasuk owner atau mereka menyebut 'Ning guru' dalam setiap status yang mereka tuliskan. hasrat hati ingin bertanya, tapi apa daya jemari malu untuk mengetik untuk memulai darimana kiranya hendak bertanya.
Dan akhirnya pada bulan September 2018 saya bertemu dengan sahabat saya, teman runtang runtung ketika jaman kuliah, hingga kami berbicara dari A sampai Z hingga dehidarasi meluncurlah darinya nama komunitas itu.
(Bersambung ...)
Pulau Puteri, 4 Desember 2020
Tidak ada komentar:
Write comments